Ada saat perasaan itu muncul. Rasa sepi, rasa sesal, rasa menyerah akan suatu hal. Hancur lebur ketika ditinggalkan. Mencoba bangkit namun sulit. Mencoba berdiri namun tak berarti. Mencoba terus berjalan ke depan namun selalu menoleh ke belakang.

Lirik lagu ini memang menunjukkan keputus asaan untuk memebenci sesorang yang dicintainya. Teralu dalam rasa hingga sulit untuk menghilangkannya. Geisha, cinta dan benci.




"tak kuat ku menahanmu, mempertahankan cintaku
namun kau begitu saja, tak pernah merindu

sungguh aku tak bisa, sampai kapanpun tak bisa
membenci dirimu, sesungguhnya aku tak mampu
sulit untuk ku bisa, sangat sulit ku tak bisa
memisahkan segala cinta dan benci yang ku rasa

apa kau mengerti ku sedih sendiri
tanpa ada kamu ku merasa sepi"
Sudah kurang lebih 3 tahun sejak terakhir posting di blog. Banyak sekali cerita, peristiwa, sedih, tawa, pokoknya semuanya yang terlewatkan untuk ditulis.

Sudah banyak tempat yang kujejaki sejak 3 tahun yang lalu, tapi semua itu masih di 1pulau, yeah you know, pulau jawa. Tahun 2013 pertama kali menginjakkan kaki di Semarang. Setahun berikutnya, tahu 2014, pertama kali ke ibu kota dan bisa beberapa kali kesana dengan maksud dan tujuan yang berbeda.

Ada banyak rasa di setiap perjalanan. Ada sedih, ada senang. Ada sesal, ada syukur. Ada sepi dalam keruwetan ibu kota. Ada sunyi dalam keramaian jalanan ibu kota. Menyesal pada apa yang tak dilakukan. Bersyukur pada dengan apa yang telah diberikan.

Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil selama perjalanan ini.

Berbahagia tanpa menyakiti
Memaksakan hati itu menyusahkan
Perpisahan memang menyedihkan Tapi ditinggalkan itu lebih menyakitkan

Selalu berusaha melangkah ke depan
Walaupun masa lalu tetap terbayang...

  • TEXT
  • TEXT
  • TEXT

Hampir setengah tahun gak up date blog. Alhmdulillah setelah 3 bulan bekerja, bisa beli laptop sendiri dan bisa produktif lagi. Akhrinya boleh dah nge-blog lagi. Baiklah mari kita mulai dengan sedikit cerita traveling yang saya lakukan sekitar setahun yang lalu, tepatnya bulan februari ketika saya masih berstatus sebagai mahasiswa.

Pada postingan sebelumnya, saya sudah menceritakan tentang perjalanan saya ke Bromo. Saat itu hari Minggu 12 Februari 2012. Keesokan harinya, hari Senin, saya berkumpul dengan teman satu proyek penelitian, Frizal dan Okta, beserta pak Mashudi (dosen saya). Pertemuan itu mengharuskan kami untuk mengirim sampel penelitian kami ke laboratorium di UGM Jogjakarta pada hari selasa malam. Tapi waktu itu saya cukup bingung karena harus mengurus seminar hasil penelitian yang akan digelar seminggu setelahnya. Setelah diskusi yang cukup alot dengan Frizal dan Okta, akhirnya diputuskan bahwa saya bisa ikut dengan opsi bahwa saya akan pulang lebih awal. Lagian sudah lama juga gak pergi ke Jogja, hitung-hitung refreshing sebelum seminar.

Kami berangkat pada selasa sekitar pukul 10 malam dengan mobil carteran dengan ditemani sopir, teman kuliah saya sendiri, namanya Arga Haris tapi biasa dipanggil “Mambak”, kurang tahu juga kenapa dia dipanggil begitu. Haha. Dia cukup lama bergelut dibidang pariwisata sebagai sopir bus. Dia satu kontrakan dengan Frizal dan berminat untuk ikut karena ingin merasakan lagi suasana mengemudi di malam hari. Lumayan aneh juga sih alasannya (emang aneh,, haha). Sepanjang perjalanan sepertinya saya lumayan nyenyak tidur (emang doyan tidur sih.. huhu). Sampai di Masjid depan candi Prambanan pada pukul 6 pagi, kami menyempatkan diri untuk mandi dan sarapan pagi.

Setalah selesai sarapan, kamipun mulai menentukan rencana kegiatan selama di Jogja. Sempat ada ketegangan kembali tentang metode kepulangan saya yang harus pulang lebih awal sampai akhirnya disepakati bahwa saya akan pulang dengan naik kereta api.

Hari itu 15 Februari 20120, dimulai dengan mengirim sampel penelitian berupa supernatan dari produksi gas pada penelitian in vitro dan dikirim ke laboratorium pangan Fakultas Pertanian UGM. Lumayan cepat juga prosesnya. Tak lebih dari sejam kami disana dan bisa langsung cabuttt... huhu.

Sesuai rencana awal, kami langsung menuju Stasiun kota untuk membeli tiket kereta yang akan saya naiki malam harinya menuju Malang. Lumayan mahal juga tiket ekonomi Malabar, waktu itu sudah mencapai Rp 95000. Tapi gak masalah karena masih dibayari sama bapak dosen tercinta.. hehe

 
Stasiun kota Yogyakarta

Selanjutnya kami berangkat ke kontrakan pacar Okta yang ada di Jogja (ketahuan Player ni om2 haaha), lupa namanya. Tempatnya sih gak begitu jauh dari kraton, di deket akper yang ada di tengah pasar gitu. Nungguin Okta ngurus pacarnya bikin gemes juga pengen makan orang. Hadeuh. Hawanya panas juga saat itu. Akhriny asetelah sejam, Okta nongol dengan ceweknya yang baru ditemuinya sekali pada hari itu (ini pacaran ga sih.. hadeeeh).

Perjalanan pun dilanjutkan kembali dengan terlebih dahulu ke kontrakan Fitri, pacar Frizal dan teman kuliah pacarnya okta. Bener2 player tuh berdua haha.. peace kawan.. gak jauh beda dengan sebelumnya, Fitri juga belum siap. Bahkan dia masih pake baju tidur yang mirip seragam judo yang ada ikat pingganggnya gitu. Hadeeeeeh. Nunggu lagi dah. Akhirnya daripada nungguin orang dandan, saya pergi ke warnet sebelah kontrakannya dia. Lumayan bisa liat berita2 terbaru dan ngopy film juga.. hehe..

Setelah sejam lebih, baru dah kita berangkat. Karena sudah lumayan siang dan laper lagi, kami putuskan untuk perki ke tempat makan, The House of Raminten, rumah makan yang lumayan terkenal disana. Pemiliknya adalah Raminten, seorang sinden perempuan yang sebelumnya laki *lho. Keren juga sih konsepnya, setiap pelayan pake pakaian tradisional. Pelayan Yang cowok Cuma pake celana dan kain batik sebagai bawahan dengan tanpa atasan. Jadi ya ote-ote dah kalo kayak orang jawa bilang. Yang cewek Cuma pake daleman orang jawa (kayak kemben gitu) dan bake jarik dari batik untuk bawahannya. Sekali pesan langsung bayar dan pelayan2 itu langsung lapor ke bagian dapur lewat HT. Kereen yak.. huuhu.. Klo masakannya, menurutku yang orang awam sih lumayan biasa ajah.. hihi.


The House of Raminten

Setelah kenyang, kami mulai mencari hotel untuk beristirahat sejenak. Tapi saya gak puas klo ga jalan-jalan. Mambak hanya ingin tidur di hotel karena sangat ngantuk. Selain itu, ternyata Frizal dan Okta berencana menghabiskan waktu bersama pacar-pacarnya masing-masing. Nah ane mo dikemanain cobak. Akhirnya, saya membujuk teman saya untuk mengantar saya ke kraton dan biarkan saja saya jalan-jalan sendiri, backpackeran gitu dah..

Keraton Ngajogjakarta Hadiningrat

Sayangnya saya sampai di kraton Ngajogjakarto Hadiningrat lebih dari pukul 2 siang dan tak bisa masuk dan hanya bisa di teras dan luarnya saja. Tapi bagi saya tak masalah. Saya minta diantar guide saat itu, bapaknya mau dibayar berapa saja, jadi bingun mo bayar berapa. Hadeuh. Bapak guide menceritakan sejarah tentang Jogjakarta. Mulai dari upacara-upacara adatnya, baju-baju kenegaraan dan lain sebagainya.


Di depan replika Masjid Gedhe Jogjakarta

Di bangsal Keraton

Foto Sri Sultan Hamengku Buwono X

Masih banyak cerita tentang Jogja sepertinya.. tapi boleh dah diterusin di postingan selanjutnya yak... hehe..


"Saat aku bertemu denganmu di sebuah keramaian
Tak pernah bisa melupakan wajahmu

Berharap bertemu suatu hari nanti
Sejak saat itu, aku merindukanmu

Kau di langit ketika aku merindukanmu"

Beberapa bait lagu di atas baru saja saya dengar dari sebuah film mandarin. Kalau tidak salah judulnya "My Own Swordman". Lumayan lucu dan ga jelas gitu ceritanya. Tapi pas liat subtittle dari lagu ini, jadi keinget seseorang...

Jadi teringat pertama bertemu. Langsung ku tanya dia, "why are you so beautiful?". Agak sedeng nih kepala pas waktu itu. haha.. Tapi emang ga bohong sih..

Munkin memang sudah digariskan kalau selanjutnya kita berdua bakal sering berinteraksi. Dasarnya dia suka jalan-jalan plus saya yang punya kendaraan dan tahu daerah. klop dah jadinya. Buat saya sih gak ada masalah karena dasarnya juga suka jalan-jalan, walaupun masih baru-baru ini aja suka traveling. Lumayan lah buat ngurangin stress sehabis berkutat dengan skripsi... dan jadilah kita partner jalan-jalan... Mulai dari sekitar Kediri, sampek muter-muter Malang dan Blitar..

Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Gak bisa dipungkiri, meskipun cuma sebentar tapi banyak sekali moment yang bisa diingat. Dan gak tahu kenapa.. sekali lagi.. Gak tahu kenapa.. merasa ada sesuatu yang hilang,,,

Tapi, apapun itu, saya ucapkan terima kasih untuk temanku yang satu ini. Sudah menemani selama di tempat menimba ilmu itu, menemani ketika Ujian yang sangat sulit itu juga, dan juga menemani jalan-jalan. Maaf sudah banyak salah... Thanks for being my travel partner.. I hope we can be a partner again.. :-D
Terima kasih.. Terima kasih...

Semoga dapat bertemu lagi pada kesempatan yang lebih baik.. lebih baik.. dan lebih baik..

One word Thousand meaning. It's Marvelous, one of english course at  Pare, Kediri, East Java, Indonesia. The place where I met a lot of people with their own dream. I hope I could meet you again guys, my "fucking friends".

The story began after I graduated from my unversity. It was at Mei 2012. I got alot of opportunities to be an employee of many corporations, but I was still confused with my decision. After consulted with many people (my parents and my friends), I decided to chose another option. I went to Pare to learn about English and I would try to apply scholarship.

I started to search information about english course in Pare in internet. I didn't know why, at that time I chose Marvelous. They had an intersting program with camp for 1 mount. The picture below is the Marvelous logo..

The class was started at 10 June. I've got alot of knowledge, alot of friends, and experiences of course. I still remember all of my classmates. They are Hasan "bule", Heru "kribo" susilo, Timotius "Timo" longlele, Hisbullah "Mr.Secret", Aa Lukman, Baiquni "baby yellow", Kukuh "Mr b*kep", Esa "oh my God", Tian "Si CeBe merah", Bachtiar "Becks", Fahrus "The Fitnes boy", Cahyo "Montain boy", Ema "Benjo" Ulza, Andromedia "Andro" yori, M. Iham "BM", Azis "Gagap", Annisa "chebee", Tika "Swasss", just "Al", Nikentya "Ngapak" tesa, Tanty, Aqidaaa, Triya "Ms Gombal", Disya "Putri Indonesia", Barka "Bonex", Rahmadi "Mr. President", Suratman "Letterman", Aya "Ms Tutor", and Kiki "Lay fart"... I miss you guys. .. What a blast.... 





Untuk kedua kalinya dalam hidup aku menginjakkan kaki di pegunungan terindah di Indonesia. Pegunungan Bromo itulah namanya. Dihuni suku Tegger yang sudah turun temurun lebih dari berates-ratus tahun menetap disana. Tak hanya wisastawan local yang mengakui keindahannya, tetapi juga dunia internasional mengakuinya. Ya itulah dia Gunung Bromo.

Teringat pertama kali kesana ketika aku kelas 6 SD. Waktu itu pagi hari aku masih mengerjakan ujian terakhir Ujian Nasional (EBTANAS) Tahun 2001. Pada malam harinya tepat pukul 9 malam, dengan menggunakan Bis ber AC, segenap keluarga besar MI Perwanida, mulai dari kepa sekolah sampai satpam, berangkat menuju Gunung indah itu. Dan sekarang, setelah 11 tahun, aku menikmatinya lagi, keindahan sang Bromo. 

Sudah jauh-jauh hari kami awak kos 225e merencanakan tur ini. Hari itu hari sabtu, dan ternyata yang ikut dari kos kami hanya aku Irwan dan Wildan. Akhirnya untuk meramaikan perjalanan kami, Irwan membawa 2 orang temannya dan Wiladan membawa 5 orang temannya. Walaupun aku sangat capek karena pada jumat malam maen futsal, sabtu pagi-pagi sekali harus sudah di lab, ikut pelatihan keju & pizza di Batu dan ke lab lagi sampai sore, tapi demi melihat keindahan si Bromo, aku bulatkan tekat untuk berangkat. Dan akhirnya setelah menonton pertandingan liga Inggris, antara Manchester united vs Liverpool, kitapun berangkat mengendarai 5 motor menuju si Bromo.

Enggak rugi dah… what a beautiful mountain… wow…

Awak 225E, Wildan, Irwan and Fuad beraksi. Parkir dulu (nambal ban dulu jeh xixi)….

(wwhat a beautiful sunrise @puncak pananjakan…..

Ketemu bule dari Paris dan diajarin satu kata, “merci beaucoup’’

I like this pict… viewnya dapet jeh (setelah beberapa kali jepret..)

Dalem banget kawahnya… Alhamdulillah ga nyemplung kesitu… xixixi

Gunung batok ama ane kok kelihatan gedhe ane yee… hehe

Ketemu si cantik dari prancis, seneng banget dia ngucapin kata “terima kasih”…  Nyesel ane ga Tanya nama and teelponya… hufh…..

Betapa besar kekuatan Tuhan,.. kelihatan luas banget padang pasir di Bromo…

Suka banget sama nih foto. Sangat bergaya… hihihi

Percaya deh klo Teletubies ada. Pegunungan di belakang mirip banget sama rumahnya Teletubies… bagus banget gan….

Buat anda semua yang belum pernah ke Bromo… Coba dong kesana. Sekali aja seumur hidup. Dijamin “ENGGAK BAKAL NYESEL”……

Begitu menarik hidup ini ye.. ketika dua dosen pembimbingku pergi ke luar kota semua. yang satu ke jogja, yang satu ke bangkok. Eh ada temenku nawarin jalan-jalan ke solo.. Capcuss dah.. makasih buat temenku mas Sapto Aji.. Sudah mau menampungku 3 malam di Kota Solo.. The spirit of Java,..

Like this bro.



Foto bersama sohibku, Sapto aji, di depan Keraton Solo
Cuma mbayangin, kasihan banget nih patung.. duduk di luar kraton. Kehujanan, kepanasan, gak pake baju lagee… cukup sudah penderitaanmu.. xixixi

 
Bergaya kayak yang punya krraton… lagi gak tauh diri dot kom… lanjutin jeeeeh….



Bergaya kayak juragan batik…. Haha.. sapa tahu yak…. Yang penting senyum dulu bang..

Maap ye.. ane bukan mahasiswa UNS.. Cuma minjem nampang doang di depan gapurannya. Sumpah jeh. Bagus banget gt…




Tulisan aksara jawa itu artinya apa y???? sapa tahu hayooooo….


Solo beer-bener The spirit of Java… mantab dah..


Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa..
Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal..

Bahkan sahabatku, mas Hamdan, berkata bahwa dan jika orang lain belum bisa melakukannya anda-lah yang akan mengukir sejarah itu.

Selalu berfikir positif.... positif.. positif..

*memotivasi diri sendiri*

In a world where we can't ever say what's n our heart..
I won't lie to myself, I'll just live my own life..
But in the real world we need to turn around and face the truth
in order to keep our pride..

There will also come a time, when we'll need to be ready to fight.!!

"Poison"..OST GTO



***
Potongan lirik dari original sound track serial TV jepang (kesukaan ane bro) yang menurut ane inspirataif banget.. Di saat kepala lagi pusingg, mikirin skripsi yang ga selesai-selesai. ndengerin lagu "POISON" membuat ane teringat dengan idola ane "Onizuka Sensei".. klo aja ada dia di sekitar ane, ane bakal mintaa disesmangatin ama do'i. Semangat ane udah mula turun buat nyelesaiin nih skripsi.. gak selesai-selesaai ... padahal menurut ane, ane ga males-males amat jadi orang.. hehe...

Memang blum waktunya buat selesai kali ya... sabar.. sabar... tetap fight...!!!! ayo jeh.... Ntar juga ada waktunya ente peraang (ujian skripsi mksdnya). Mungkin Tuhan blm kaasih ijin buat entee ujian karena emang bln siap... dan akan tiba waktunya ketika ente siap ga.. dan saat itu, ente harus sudaah siap 1000%...

There will also come a time, when we'll need to be ready to fight.!!

Fight... Fight... Fight...




Wew... udah lama ga mbaahas musik... Akhir-akhir ini tambah musim aaja ya Boyband dan Girlband di duni musik Indonesia. Kalau jaman dulu boyband identik dengan ganteng dan suara mantab, sekarang dance-ya juga harus ada. Kalau dulu untuk masuk industri musik harus punya suara yang cukup mumpuni, sekarang itu ga begitu penting, ang penting ganteng dan pinter jingkrak-jingkrak... suara no sekian... yang pening punya nillai jual.

kecenderungan anak muda sekarang dengan aliran k-pop memang tak lepas dari begitu leluasasnnya drama-drama korea masuk ke Indonesia.. Selain itu, didukung tampang, yang kata cewek-cewek guaaantengnya minta ampun, membuat K-pop mulus masuk ke Industri musik Indonesia. Dengan Super Junior (Suju) sebagai idola, Mulailah muncul Boyband beraaliran K-pop SM*SH dan XO-XI.. yang cewek juga gga mau ketinggalan dan muncullah girlband-girlband baru dipelopor oleh 7 icon dan Cherrybelle. dilihat dari musik dan dancenyaa bayak yangbilag mirip Girl Generation (SNSD) dan Wondergirls dari Korea.

Fenomena Boyband dan Girlband terus berlanjut. Model Band-Band yang sebelumnya menguasasi pasar muai mendapat saingan. sampe -sampe artis-artis ikut-ikutann juga bikin grup, seperti Tina with the girl, biang K-rocks, triji, dll...

Kita tunggu aja sampe kapan dominasi Boyband dan Girlband aliran K-pop bertahan di Indonesia.. :?@#$5

maap ye klo ade salah kate.. udah lama g maen blog2an.. masish belajar nulis pula... ;D

Total Visitors

Diberdayakan oleh Blogger.